Showing posts with label Parenting. Show all posts
Showing posts with label Parenting. Show all posts

Thursday, April 27, 2017

Kesehatan Gigi Anak Bayi dan Batita


Hai semua,

hari ini aku mau buat sebuah post khusus untuk masalah gigi geligi untuk bayi dan batita. Bayi yang dimaksud tentunya bayi yang sudah memiliki gigi geligi ya.

Sebenarnya post ini dimulai dari pengalaman pribadi dalam mengurus gigi geligi anak-anak saya, termasuk saya pribadi waktu masih kecil. Siapa sih yang hobi ke dokter gigi? Siapa sih yang suka giginya di'otak-atik' dan dibikin ngilu dengan suara bor, aroma ruangan dentist yang 'khas', lalu dengar kata bolong aja udah dag dig dug. Karena satu (1), takut sakit, dua (2) takut sakit, tiga (3) takit sakit dan keempat takut mahal, suer, urusan gigi tuh mahal, gak diluar negeri gak di Indonesia, urusan gigi itu mahal.

Nah, warning sedikit, dalam postingan ini akan ada keluh kesah dan omelan saya terhadap dua dokter gigi anak yang sungguh amat sangat teledor dan mengakibatkan sesuatu yang amat sangat menyakitkan untuk anak saya, melelahkan dan serius, mahal!

-*-



Sebelum kita kesana, semua bermula dari 10 tahun yang lalu, saat anak yang pertama masih 2 tahun dan giginya tiba-tiba infeksi, ada bengkak di gusinya dan respon pertama aku saat itu adalah bawa ke dokter anak. Karena gak ngerti, karena polos, karena (gak) pintar juga kali, kan pemikirannya gusi bengkak ya bawa ke dokter anak. Saat itu kami masih tinggal di Singapore dan aku bawa dia ke Baby and Child clinic yang sama pediatric nya menyimpulkan kalau ini cuma alergi dan dikasih obat alergi. Serius saat itu rasanya ada yang 'gak beres, gak mungkin ini cuma 'alergi'. Akhirnya karena sudah malam, besoknya kami bawa ke NUH (National University Hospital) karena suami alergi mount E yang terkenal mahal dan ya intinya kita (dia) pikir NUH yang terbaik, namanya aja udah National ya buk ibuk.

Sampai disana, setelah mengantri selama 2-3 jam, beneran ini RS pemerintah, terbukti dari lamanya antrian, kita ketemu dokter dan bener, masalahnya di gigi, ada infeksi dan itu bengkak adalah nanah. Jeng jenggggg, ngeri, takut bingung dan super kaget pas denger, kapan bisa ketemu dokter spesialis yang disarankan handle anak ini? Paling cepat jadwal janjinya 3 bulan lagi (WHATTT). Terbukti lagi kalau ini RS pemerintah.

Trus kita nanya donk sama dokter jaganya, lah ini  bukannya urgent harus ditangani, oh iya urgent, tapi dokter sudah full pasien, lah ga ada dokter lain? Tidak ada. Harus yang qualified consultant dental surgeon untuk kasus ini. Lalu kita (saya) bingung, mau nangis dan diem karena gak tau harus bagaimana lagi, tapi sungguh Tuhan Yesus baik, saat itu juga ada staff RS yang denger pembicaraan kita, dia samperin saya dan kasih kartu nama, " You could come to that doctor, he is very good, he used to be here and one of the best, now he owns his own clinic, give him a call", hallelujah! Seriously, saya langsung telpon klinik tersebut dan just in time, ada orang yang baru cancel appointment pada hari itu dan kami bisa masuk.

Sesampainya di clinic yang bernama Kids Dentist di gedung Camden Medical Center, Dr. Rashid met us at the appointed time. He checked my daughter and treated what turns out to be an infection immediately, and since her teeth is pretty damaged, he scheduled an operation. So instead of having go back on forth to the dentist, we find a day where she could go to sleep and have all her teeth treated, 4 was extracted and many was having fillings.

Prosedur tersebut dikenal dengan GA (general anesthesia), berlangsung selama maksimal 4 jam untuk keamaan si anak dan biaya yang tentunya cukup tinggi. Tapi saat itu semua yang terjadi merupakan kesalahan saya yang tidak pernah membawanya ke dokter gigi sebelumnya. Harusnya sejak usia dini (first tooth) anak sudah dibawa ke dokter gigi, dan lubang sekecil apapun dapat segera ditangani agar caries tidak menjadi parah dan anak harus kehilangan gigi geliginya.

Sampailah saya ke anak kedua, dengan pengalaman seperti itu, tentunya saya belajar donk, saya bawa anak kedua sejak 6 bulan ke dokter gigi, saya sikat dan rawat sebaik yang saya bisa, saya bawa mereka ke dokter gigi anak di rumah sakit yang terkenal baik (n mahal). Since I have nothing against the hospital, hanya dokternya saja, yaitu dokter Ayu dan dokter Dewi, jadi saya tidak perlu sebut rs nya ya.

Kembali ke sejak anak saya 6 bulan, saya dulunya rajin bawa ke Kidzdental yang di Puri, kami suka sekali Dr. Olivia, sayangnya, dokter sering sekali seminar, pergi, dan tiba-tiba 0ff, beberapa kali jadwal kami di cancel mendadak dan baru bisa reschedule 2-3 bulan lagi, which is too long, lama-lama anakku ketemu dentist 1 tahun sekali donk, mana ini anak masih hobi susu botol malam-malam, kayaknya harus cari dokter gigi lain deh, akhirnya kami pindah ke rs yang fancy itu. Saat kami pindah usia anakku sudah melewati satu tahun.

Dentist pertama adalah dr Ayu, ternyata benar, beberapa gigi rusak dan hari itu juga sekitar 4 gigi ditambal dan dibuat cantik sama dokter Ayu. Suami suka lihat hasilnya, gigi geligi anak kelihatan bagus, putih dan sempurna. Tapi karena dokter ayu pakai restrainer anak yang suka gigit ini jadi luka dalam mulutnya dan sariawan selama 2 minggu. Saya ganti dokter lain masih di rs yang sama dengan dokter Dewi. Selama hampir satu tahun, (jadi usia anak sudah 2 tahun lebih) anak kami dengan dr Dewi, kami ke sana tiap 3-4 bulan sekali, dan tiap datang dokter selalu mengatakan sudah tuntas (tidak ada yang bolong lagi) kembali lagi 3-4 bulan ya, giginya oke kok dan kurangi susu dot nya.

Kami menurut, susu dot dicairkan, bahkan setelah gosok gigi malam jika anak tengah malah masih menyusu, aku membilas lagi mulutnya dengan air. Beberapa bulan kemudian, ada benjolan bengkak di gusi anakku, yang persis sekali dengan anak pertama dulu, aku kaget dan bingung. Pertama karena kami merasa sudah rajin ke dokter gigi dan dibilang fine-fine saja, dan belum lama juga ke dentistnya (masih sekitar 3 bulan sekali) karena saya tau masalah tersebut urgent (kalau dibiarkan infeksi bisa naik ke mata dan otak, sangat berbahaya jika berkelanjutan) saya pergi ke dentist yang sedang praktek di rs tersebut, kebetulan yang ada dokter Ayu. Dia bersihkan dan lalukan root canal treatment lalu memberi anak saya antibiotik. Saya minta dokter tersebut lakukan pengecekan menyeluruh ke semua giginya, mungkin ada juga yang bermasalah, saya masih ingat dengan jelas jawaban dokter Ayu, tidak ada masalah lagi kok, oh hanya 1 nih butuh ditambal, tapi itu bisa nanti, 1-2 bulan lagi juga tidak apa-apa.

Saya meminta demikian karena seminggu kemudian kami harus berangkat  liburan ke Korea, dan saya tidak mau ada masalah serupa.

-*-


Sesampainya di Korea, gusi yang bengkak belum kempes juga, kami bawa ke Seoul Children Dentist dan sampai disana kliniknya sangat bagus dan child friendly. Mirip dengan Kids Dentist di Singapura dan KidzDental di Puri Indah.

Dentist disana langsung mengecek kondisi gigi anak saya, dan dia bilang ada infeksi maka perlu xray. Kamipun langsung xray ditempat. Saat itu suami masih pikir kok dokternya berlebihan ya pake acara xray-xray segala, dokter Ayu aja gak perlu xray bisa lakukan root canal. Ternyata saudara-saudara, melakukan root canal tanpa xray itu kaya menyelam tutup mata, entah karena indera keenam atau apa, tapi begitulah dr. Ayu.

Dentist di Korea aja perlu xray dulu dan katanya sekalian beberapa gigi lain, saya sudah merasa amat cemas saat itu, kok perlu xray gigi lain, tidak lain dan tidak bukan, karena banyak sekali gigi geligi anak saya yang rusak parah. Penyebabnya? Tambalan yang tidak tuntas. Jadi gigi geligi anak saya saat dilihat dengan kasat mata terlihat cantik, bagus, putih, dalamnya? Semua caries yang tidak dibersihkan, jadi apa kerja kedua dentist di rs besar tersebut saya tidak tahu dan jujur, saya amat sangat kecewa. Bukan hanya soal uang yang sekali visit sekitar 1 juta Rupiah, tapi waktu, tenaga dan apa yang anak saya harus lalui, itu semua tidak bisa dibayarkan dengan uang dan tidak bisa dikembalikan.

-*-

Prosedur pertama adalah menuntaskan root canal yang tidak beres lalu memberi crown. Anak saya menangis keras, jerit, dan sangat marah, dia baru dua tahun lebih dan root canal sambil membersihkan infeksi (catat, membelek dan membuka agar semua nanah keluar) dan crown adalah proses yang menyakitkan, bikin ngilu dan shouldn't happen to her kalau dentist di rs yang ada di Jakarta itu kerjanya baik dan benar. Saya ingat betul, gigi yang infeksi tersebut merupakan gigi yang dulu ditambal dokter Ayu setahun yang lalu.

Setelah prosedur yang membuat saya amat sangat sedih itu selesai, dentist Korea memanggil saya dan membagikan fakta yang luar biasa, 16 dari 20 gigi anak saya rusak parah. Dia tidak bisa share lebih banyak karena keterbatasan waktu dan treatment yang dia sarankan adalah anak  ditidurkan dan dia bisa kerjakan beberapa sekaligus, jadi treatment ini sekitar 2-3 minggu baru bisa selesai.

Jadi prosedur ini berbeda dengan GA seperti anak kami yang pertama karena perlu 2-3 visit.

Karena kami di Korea hanya 1 minggu dan minggu depannya akan ke  Singapore untuk urusan pekerjaan, kami memutuskan untuk mencoba mencari jawaban di Indonesia dulu (mungkin kembali ke Kidzdental) atau di Singapore dan kembali ke Dr. Rashid.

-*-

Long story short, kami kembali ke Dr. Rashid. Awalnya suami amat sangat ragu dengan dentist Korea itu, masa sih 16 dari 20 gigi rusak, yang benar aja?! Jadi yang dokter Ayu katakan hanya 1, di Korea jadi 16, kok jauh amat perbedaannya, mungkin 3 atau 4  kali dan sisanya lebay aja.

Turns out, dentist di Korea itu benar, 16 dari 20 gigi rusak parah. Dr. Rashid menyarankan 4 gigi depan dicabut, 6 di metal crown (karena satu dan lain hal, termasuk jika ada masalah maka metal crown di Indonesia tersedia dengan mudah), 6 di sealent dan tambal. 16 gigi, kok bisa ya dokter di rs itu bilang 1, bedanya jauh sekali?!

-*-

Kamipun memutuskan untuk melanjutkan prosedur di Singapore, setelah bolak balik booked tikets, hotel, etc kami kembali kesana. A trip that we will never forget.

Operasi berlangsung selama 2 jam, anak diharuskan untuk puasa selama 6 jam, pernah suruh anak umur 2 tahun puasa? Pernah denger anak kecil minta minum sampe memelas banget? Saya pernah, ya kemarin itu. Dan tiap detik dari rengekan dia, nangisnya dia, dan apa yang harus dia lalui, semakin saya memikirkan dokter Ayu dan dokter Dewi. Saya enggak teledor kali ini, saya lakukan yang saya bisa sebagai orang tua, saya usahakan yang terbaik, satu-satunya kesalahan saya adalah saya percaya ke orang yang salah. Tapi apakah benar bahwa itu kesalahan saya? Saya bawa anak saya ke tempat yang saya rasa bagus, ke dentist yang bertitel dokter gigi anak, saya dengarkan semua  nasehat mereka, saya lakukan yang mereka suruh, mereka bilang gigi anak saya bagus, saya percaya, mereka bilang tidak ada masalah yang berarti, saya percaya, loh kok jadi begini?!

Dr. Rashid bertanya-tanya, bagaimana mungkin seorang dentist tidak melihat cavity yang begitu besar didalam gigi anak? Kenapa hanya luarnya saja yang ditambal dibikin cakep? Saya tidak bisa menjawab apa-apa selain menghela nafas karena apa yang harus anak saya lalui. 4 gigi anak saya telah dicabut, 6 giginya telah di metal crown, sisanya di tambal dan sealent. Operasi telah dijalankan sekitar seminggu yang lalu dan kami sudah kembali ke Indonesia, Dr. Olivia dari Kidzdental kebetulan kenal dengan Dr. Rashid yang banyak membuka kelas atau seminar, dan ikut saat anakku dioperasi, tentunya aku mengijinkan karena nantinya juga kami akan lanjut kontrol di Dr. Olivia, amit-amit deh coba-coba dokter gigi lain, kapok sekapok-kapoknya.

Sampai kemarin, 6 gigi yang di metal crown ternyata menunjukkan reaksi yang kurang baik, ada seperti reaksi alergi terhadap salah satu kandungan metal, nickel. Jadi bisa tiba-tiba bleeding, dan saat bleeding, muka, tangan, sarung bantal, kasur semua bisa kena. Anak saya still suffers, anak saya masih harus melewati hal-hal yang seharusnya bisa dihindari. 4 gigi dia tidak seharusnya dicabut, kalau sejak dulu kami tidak ke dokter gigi di rs itu, gigi geligi dia pasti masih selamat dan baik kondisinya sampai hari ini.

Sekarang kami hanya bisa maintenance 16 giginya, gunakan odol berfluoride diatas 1000 ppmf  dan sikat gigi dengan teratur. Susu botol sudah tidak diberikan setelah anak gosok gigi saat malam hari dan rajin ke dokter gigi juga (pastinya dokter gigi yang beres ya). No worries, masih banyak kok dokter gigi yang bagus di Indonesia, karena masalah ini, banyak teman-teman yang baik langsung saling merekomendasikan dokter gigi yang mereka percaya, tapi satu hal yang aku mau share, sekali-kali, cek lah ke dokter gigi lain haha (kali2 aja gitu) just to make sure. Banyak googling dan tanya2 juga. Banyak dengar pengalaman orang tapi dengar kata hati sendiri, kalau merasa ada yang kurang sreg, kurang beres, atau kurang suka, sekonyol apapun itu (sampe kalau perlu minta dentist lain coba bongkar atau cek bener-bener gigi anak yang luarnya kayaknya cakep kok), yah just maybe, it might save your child's teeth.

-*-

Jangan sampai apa yang anak aku lalui, anak kamu juga, ini sungguh konyol, menyakitkan, membuang banyak waktu, tenaga, dan pastinya uang. Namun yang terpenting, it takes those moments of happiness dari anakku. Yang harusnya ke Singapore bisa jalan-jalan happy, ke Korea bisa nikmatin hal-hal baru, malah dibikin susah sama urusan gigi geligi yang bukan salah dia. Bukan itu saja, semua visits ke dentist yang gak bener itu waste of time banget loh!

Dan buat kamu nak, sabar ya, ntar gigi tetapnya juga datang, ya tunggu sampe usia 7-8 tahun sih, tapi kita sama-sama belajar ya, belajar sabar, belajar merawat diri, belajar jangan mudah percaya sama orang, belajar dengerin diri sendiri ya, dan sama Tuhan pastinya. Semoga bleeding nya cepat sembuh, proses adaptasi metal crownnya baik, tidak perlu GA lagi untuk redo 6 crown ini (oh please don't), dan buat orang tua yang kebetulan anaknya memiliki masalah gigi terlalu berat sampai mungkin harus bius umum juga, biaya di Indonesia (dengan Kidzdental) sekitar 30-40 juta (kisaran aja bukan harga fixed dan tergantung kasus), di Singapore sekitar 50-60 dengan Dr. Rashid di KidsDentist (tapi itu karena kami dikasih diskon, harga langganan --> ini sick joke asli) dia baik sekali dan meski saya masih berat 4 gigi anak saya harus dicabut, tetep saya respect keputusan dia, dan dia pun menjelaskan dengan tenang berkali2 kenapa itu harus dilakukan, karena dalamnya sudah hancur bener, sampai habis gigi-gigi yang didalam tambalan manis itu, jadi crown pun tidak bisa menempel lagi, ya apa yang bisa ditempel kalau udah coak banget.

Anyway, lesson learned, and last but not least, kata-kata yang bikin aku bisa melewati semua ini,
"This To Shall Pass".


Thank you GOD.

Monday, March 28, 2016

Kampanye Bebehero bersama Bebelac


Hello moms and dads,

Bersama Bebelac, media dan bloggers telah diundang pada sebuah acara di Kota Kasablanca pada hari Sabtu kemarin untuk 'merayakan' lahirnya kampanye Bebehero.

Di dalam main atrium mall tersebut, area bermain yang sangat besar, disertai dengan ruang berkonsultasi dengan Rumah Dandelion serta berbagai macam tempat untuk menstimulasi perkembangan motorik anak bersama dengan anak-anak Bebelac lain. Tampaknya semua sudah disediakan oleh team Bebelac bagi para konsumen Bebelac dan khalayak umum untuk belajar lebih mengenai perkembangan anak-anak mereka.

Anda bisa melihat keseruan acara dan kampanye #Bebehero di sosial media dengan hashtag #GrowThemGreat

-*-



"Melalui kampanye Bebehero, ibu diajak untuk mengerti bagaimana mengembangkan kecerdasan dan menumbuhkan empati anak melalui pengenalan akan nilai kebaikan yang dilakukan dalam kegiatan sehari-hari. Hal ini dilakukan agar ibu dapat menumbuhkan empati pada anak sejak dini sehingga dapat menampilkan aksi hebat di lingkungan keluarga dan sekitarnya." Kata Ade Umiyana Savitri, Marketing Manager Bebelac, PT.Nutricia Indonesia Sejahtera.

-*-


"Pemberian nutrisi yang optimal mendukung perkembangan anak yang dimulai sejak dalam kandungan hingga anak berusia dua tahun. Dengan tumbuh kembang anak yang optimal akan memudahkan mereka dalam proses belajar dan beradaptasi terhadap lingkungan sehingga dapat cepat tanggap, memiliki rasa peduli, kasih sayang, dan pertumbuhan fisik optimal. Anak yang cepat tanggap akan lebih mudah dalam proses belajar sehingga dapat meningkat rasa percaya diri dan kemampuan rasa kepedulian kepada orang lain." Kata Andi Airin, Sr. Brand Manager Bebelac.

-*-

"Empati adalah gerbang dari aksi peduli kepada orang lain termasuk nilai kebaikan yang dimiliki oleh anak, oleh karena itu, dasar pendidikan moral dengan berempati harus dimulai sejak dini karena tumbuh dan berkembangnya empati pada anak sejak dini akan berpengaruh pada perkembangan watak atau kepribadian dan perilaku anak saat dewasa nanti." Kata Roslina Verauli, M.Psi.

-*-




Pada event tersebut, selain perwakilan dari Bebelac dan hadirnya seorang Psikolog, atlet sepakbola Bambang Pamungkas juga memberikan sedikit kisahnya.

"Tantangan terbesar bagi saya, selaku orang tua adalah mengenai bagaimana cara memunculkan aksi hebat anak dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, saya selalu berusaha memperlihatkan nilai-nilai kebaikan dari hal-hal kecil agar dapat dengan mudah dicontoh oleh anak, seperti isalnya dengan membantu orang lain yang mobilnya mogok dijalan, atau mengajak anak terlibat dalam kegiatan yayasan yang saya dirikan." Kata Bambang Pamungkas sembari menceritakan mengenai ketiga anak perempuannya.

Bebelac percaya bahwa nilai kebaikan adalah nilai yang harus dipupuk sejak kecil dengan memberikan stimulus yang tepat. Karena nilai kebaikan yang dapat diperlihatkan melalui aksi hebat yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari memiliki dampak baik bagi perkembangan anak. Oleh karena itu, orang tua perlu memperhatikan bagaimana memunculkan aksi hebat tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

"Melalui kampanye Bebehero, Bebelac menggandeng seluruh anak yang mempunyai aksi hebat dalam kehidupan sehari-hari untuk menginspirasi anak-anak lainnya bahwa nilai kebaikan adalah bagian dalam kehidupan sehari-hari." Tutup Andi Airin.

-*-


Saya pribadi telah menjadi orang tua selama 11 tahun dengan dua orang anak. And clearly, aku perlu lebih banyak belajar mengenai perkembangan empati anak-anak menjadi anak yang hebat. Tingkah laku kita, kata-kata sampai gaya hidup sangat memperngaruhi kehidupan anak. Uniknya di jaman sekarang ini kita banyak berfokus pada hal yang bersifat fisik seperti materi, gizi, dan bahkan teknologi. Hal-hal tersebut tidak salah, karena manusia bagaimanapun adalah hal yang kompleks, kita membutuhkan makanan, minuman, istirahat untuk bertahan hidup. Materi seperti rumah, pakaian, dan bahkan akses ke berbagai fasilitas seperti jaminan kesehatan juga penting, teknologi juga menjadi bagian dalam kehidupan manusia modern.

Nah, tampaknya di tengah-tengah maraknya kemajuan teknologi, satu aspek bisa dengan mudah kita lupakan, aspek sosial.

-*-



Seringnya para dewasa dengan dunia gadget mereka sehingga beberapa hal penting terlupakan, seperti hubungan sosial, hal yang sama bisa terjadi pada anak-anak kita. Bukannya membangun hubungan dengan kegiatan bersama pada kehidupan sehari-hari, orang tua mengandalkan smartphone mereka untuk memberikan cerita, menyanyikan lagu dan menjadi bahan anak-anak agar pasif dengan alasan agar mereka "duduk diam'. Anak-anak butuh 'rangsangan' yang tepat untuk berkembang, seperti gizi yang seimbang, stimulan yang pas juga baik untuk perkembangan si anak.

Hal ini berhubungan juga dengan istiral modalitas belajar, yaitu kemampuan dasar anak dalam menyerap, mengatur, dan mengolah informasi. Ada 3 modalitas belajar: visual, auditori dan kinestetik.

Dalam menanamkan perilaku baru pada anak dengan modalitas manapun ada hal-hal yang perlu kita, sebagai orang tua, komunikasikan, sepakati dan dorongan berupa masukan.

-*-


Grow them great!

Menanamkan nilai-nilai baik agar anak memiliki aksi hebat.

3 metode penyampaian yang memudahkan anak mengerti, melalui cerita, bermain peranm dan memberi contoh.

Agar aksi hebat pada anak makin terpupuk ada beberapa cara yang dapat dilakukan:
Berikan pujian, kesempatan, ajak anak diskusi, dan buat tradisi keluarga dalam bidang aksi sosial.

Ada berbagai macam nilai kepahlawanan.
1. Altruis, rasa ingin membantu orang lain.
2. Empati, kemampuan untuk mengerti perasaan orang lain.
3. Percaya diri, anak-anak yang tergerak membantu adalah anak-anak yang percaya diri.
4. Berpikiran positif, yakin bahwa setiap masalah ada jalan keluar.
5. Gigih, tidak mudah menyerah dalam menolong orang lain.

Seluruh anggota keluarga mulai dari ayah, ibu dan anak dapat berpartisipasi membentuk anak-anak hebat. Anak hebat memiliki manfaat psikologis dalam perkembangannya:

Meningkatkan rasa peka dan menghormati kebutuhan orang lain.
Mengasah kemampuan anak memcahkan masalah.
Menambah rasa percaya diri anak.
Membuat anak semakin termotivasi untuk berbuat baik.

Dan akhirnya semua menjadi lingkaran perbuatan yang baik yang jika terus pupuk dapat menjadi sangat bermanfaat bukan bagi sang anak dan sekelilingnya saja, tapi seperti benih-benih baik yang kita sebarkan dan berbuah bagi semua orang dalam masyarakat tersebut.

-*-


Sebagaimana perilaku buruk menular, demikian pula perlaku yang baik. Saat kita memulai sesuatu yang baik, memberi contoh yang baik melalui perilaku kita sehari-hari, mengubahnya menjadi kebiasaan, dan tanpa kita sadari, kita menjadi agen-agen pembentuk anak hebat dimanapun kita berada, dirumah, lingkungan sosial, pekerjaan, dan sebagainya. 

Saat kita menjadikan perbuatan baik sebagai kebiasaan, anak-anak kitapun melihat hal-hal tersebut menjadi bagian dalam hidup mereka to grow them great.

-*-

Saat kita mengunjungi area Bebehero, ada berbagai area dimana kita bisa 'menguji' kemampuan anak sesuai dengan usia mereka, The Winning Shot, dimana anak dapat menendang bola ke gawang untuk usia 3-6 tahun, melatih kemampuan motorik kasar anak, fokus pada tujuan dan tidak mudah menyerah.

Area Mix and match, Flying Hero, Cupcake for Mama (game digital), Loving My Room dimana anak diajarkan membereskan kamar mereka sendiri atau mainan mereka, Pet Hotel mengajarkan anak menaruh binatang sesuai gambar, dan sebagainya.

Jika anda kebetulan ingin mengajak anak-anak anda yang berusia dibawah 6 tahun untuk bermain di arena yang unik dan edukatif, silahkan datang ke Kota Kasablanka. Tiket masuk dapat ditebus dengan pembelian produk Bebelac. Tentunya dengan promosi-promosi harga spesial dan bundle pack yang menarik sebelum akhir April 2016.

-*-



Bebelac akan terus menyemangati aksi hebat anak-anak dan para orang tua untuk kehidupan kita dan masa depan bangsa yang lebih baik.

Generasi muda berbakat, bertalenta, kaya akan pengetahuan, budi daya serta sehat secara jasmani dan bermanfaat bagi masyarakat adalah tujuan kita bersama.

-*-



Tips nya adalah dimulai dari diri kita sendiri, ke orang-orang terdekat kita dan masyarakat sekitar. Pengendalian emosi ditandai oleh kematangan berpikir dari masing-masing sesuai usia kecerdasan. Kenali pola pikir dan kebiasaan anak-anak serta perilaku mereka agar orang tua bisa membantu mengajarkan tiap anak sesuai dengan keunikan mereka. Jadilah orang tua yang bijak dan tentukan pendekatan mana yang diperlukan untuk anak-anaknya. Ketahui bahwa setiap anak bisa berbeda, jadikan ciri khas mereka menjadi bahan untuk mengembangkan pribadi masing-masing anak agar potensi mereka bisa tumbuh sempurna.

Last but not least, di rumah saya selalu berusaha terapkan prinsip "be a part of a solution" bagi diri sendiri dan anak-anak agar kita tidak hanya fokus pada masalah, namun jawaban dari permasalahan itu dan proses pembelajaran pada tiap fase kehidupan. Dan jangan lupa, untuk have fun along the way, karena hidup hanya sekali dan saat kita ingat bahwa anak belajar melalui bermain, tidak ada salahnya orang tua pun demikian for a happy family happy growth so everyone can grow and be great.